Bebek Kaleyo Meraih Sertifikasi Halal MUI

MENIKMATI kuliner masakan bebek di Resto Bebek Kaleyo, kini tak perlu diragukan lagi. Sebab, Resto Bebek Kaleyo telah memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Penyerahan sertifikat halal pada Resto Bebek Kaleyo dilakukan oleh Ir. Lukmanul Hakim selaku Direktur LPPOM MUI di Resto Kaleyo bilangan Lapangan Ros, Tebet, Jakarta. Hendri Prabowo, Owner Resto Bebek Kaleyo mengatakan dengan mendapatkan sertifikasi halal, maka akan semakin memperkuat keyakinan masyarakat terhadap suguhan kelezatan daging bebek yang disajikan, sehingga Resto Bebek Kaleyo benar-benar menjadi pilihan konsumen.

"Dengan mendapatkan sertifikasi halal dari MUI, ini akan mempertajam visi kami untuk menjadi icon kuliner masakan bebek yang menjangkau semua kalangan," paparnya.

Menurutnya proses pendapatan sertifikasi halal pun tidak digapainya dengan mudah. Sebab, banyak tahapan proses yang harus dilalui. Beliau hanya berpesan ke seluruh karyawannya (yang sebagian besar muslim) bahwa proses sertifikasi Halal MUI ini adalah bagian dari ibadah, jadi lakukanlah dengan sungguh-sungguh tanpa ada yang ditutupi.

"Prosesnya lebih dari tiga bulan kami baru bisa mendapatkan sertifikasi halal karena pihak MUI melakukan pengecekan administrasi dan audit lapangan yang sangat detail terhadap 12 outlet, beberapa warehouse dan sentral kitchen yang kami miliki," bebernya.

Diakuinya lagi, dorongan inisiatif mendapatkan sertifikasi halal karena pihaknya ingin menjamin secara sah produk makanan yang dijajakan demi memuaskan para pecinta Resto Bebek Kaleyo, apalagi mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim dan kesadaran akan pentingnya makanan halal semakin tinggi.

Sisi lain, pihak MUI yang diwakilkan Lukmanul Hakim mengatakan, bila proses pendapatan sertifikasi halal yang ditujukan pada Resto Bebek Kaleyo harus melalui beberapa tahapan. Bicara halal, bukan sebatas tanpa penggunaan daging babi saja, namun banyak hal yang harus diperhatikan.

"Bicara halal itu bukan hanya dijauhkan dari daging babi saja. Proses penyembelihan daging bebek, bahan makanan yang dipakai, apakah terdapat bahan pengawet atau tidak, kualitas daging bebek, serta kondisi higienis dapur apakah sudah sesuai aturan halal atau tidak," tutupnya


Newsroom/fifi